Bersamaan dengan masa kampanye paslon Pilkada Nabire 2020, maka hampir tiap hari masyarakat Nabire diberikan hidangan berbagai janji-janji politik. Baik yang tercantum dalam visi, misi, program unggulan atau apapunlah bungkusnya dalam rangka menarik simpati masyarakat demi memenangkan kontestasi pesta demokrasi 5 tahunan yaitu Pilkada.

Sebagai seorang warga Nabire yang memiliki hak untuk memilih pada Pilkada, saya mempelajari bagaimana politik dari sudut pandang ideal, mendekati ideal, atau menyimpang jauh dari tujuan politik itu sendiri. Dan satu yang paling sering saya soroti setiap memasuki masa Pilkada adalah soal “janji kampanye”, dalam kaitannya sebagai sebuah “pembohongan” dan “pembodohan” publik.

Seperti biasa, para calon kepala daerah bebas melemparkan janji apa saja kepada masyarakat di daerahnya. Apa saja!, Tidak peduli janji itu akan mungkin terealisasi atau tidak. Yang jelas pada masa menjelang pencalonan dan kampanye, mereka harus "mulut kecap" alias musim kampanye gedi dan lemon subur dimana-mana.

Masalahnya adalah, ketika janji itu menjadi acuan oleh masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon, seringkali janji kampanye yang diucapkan itu malah tidak realistis dan tidak mungkin direalisasikan. Kenapa? Karena memang ada pasangan calon yang melempar janji terlalu muluk-muluk alias tidak masuk di akal. Namun di sisi lain, itu juga merupakan bentuk "kecerdasan" pasangan calon dalam mengenal watak calon pemilihnya di Kabupaten Nabire.

Saya melihat ada beberapa hal dasar sehingga fenomena ini terjadi. Pertama, karena masyarakat masih senang dengan janji yang terdengar manis alias “janji surga di telinga”. Kedua, watak dan karakter masyarakat Nabire atau Papua pada umumnya sangat permisif (bersifat terbuka) ketika menyangkut politik. Selama ideologi, agama, ras, tidak disinggung, maka pada umumnya masyarakat Nabire akan sangat permisif terhadap pengkhianatan-pengkhianatan janji politik.

Selain itu, faktor lain adalah memori masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Nabire sangat pendek. Biasanya janji politik para kepala daerah terpilih hanya akan diingat selama 100 hari.

Setelah satu tahun, masyarakat bahkan sudah lupa apa janji mereka, dan setelah 4 tahun 9 bulan, para kepala daerah yang akan mencalonkan diri kembali ini bebas membuat janji-janji surgalainnya dan kembali, masyarakat memaafkan kemunafikan mereka, serta menikmati kembali janji baru yang "bagaikan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya"

Jika tanpa ada perubahan moral yang berarti, kelak akan ada calon kepala daerah yang berjanji: "jika saya terpilih nanti, saya bebaskan SPP mahasiswa asal Nabire yang lagi kuliah di Universitas A”. Atau misalnya janji bagi masyarakat yang sakit di daerah-daerah terpencil yang dirujuk akan dijemput oleh Mobil Ambulance, atau helikopter yang siap selama 24 Jam.

Atau janji tentang masyarakat yang berprofesi sebagai Petani akan diberikan 1000 traktor dan masyarakat pesisir yang berprofesi nelayan akan diberikan 1000 motor tempel dalam Program 100 hari kerjasaya, serta janji-janji lainnya yang sangat indah didengar telinga. Ironisnya masyarakat Nabire sampai saat ini masih tetap masih percaya janji-janji politik yang tidak masuk akal seperti itu. ...

Akhirulkalam, masyarakat Nabire harus cerdas dan bijaksana dalam menyikapi janji-janji Kampanye Paslon Pilkada 2020

Anak Nabire,
M Tekege

Post a comment

nabire.NEWS

{picture#https://1.bp.blogspot.com/-6pUnA5nMAJU/XtxVsT3qMfI/AAAAAAAAAdk/Or_LzfmtqdocFEJ_4BplnES8prVGr5j0gCLcBGAsYHQ/s1600/ghh.jpg} Nabire.NEWS adalah harian berita online berbasis Sains dan Humaniora. Ada empat hal yang menjadi fokus pemberitaan Nabire.NEWS, yaitu: (1) Kejadian menarik yang terjadi dalam kehidupan; (2) Artikel berupa Kajian Teori dan Gagasan Konseptual; (3) Fakta Peradaban Ilmu Pengetahuan; (4) Untuk menambah pengetahuan tentang kearifan lokal, maka disajikan informasi dari wilayah Timur Nusantara, khususnya Kabupaten Nabire {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.