NABIRE.NEWS - Dalam rangka mendukung pemerintah memperkuat sistem pangan nasional di tengah pandemi covid-19 yang terus melanda, Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menerapkan sistem berkebun Hidroponik, yaitu teknik bercocok tanam tanpa media tanah dan menggunakan air.

Sistem hidroponik tersebut diterapkan oleh dosen dan mahasiswa Uswim Nabire dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Angkatan ke - XXXI Tahun Akademik 2019/2020 yang bertempat di 15 lahan yang berada di kampus Uswim yang terletak di Kalibobo, Nabire.

Simon Matakena, SP., M.Si., salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mengatakan bahwa disamping fleksibel dan mudah dilakukan, sistem hidroponik ini bisa membekali pengetahuan mahasiswa Uswim guna membantu pemerintah dalam menguatkan pangan Nasional di tengah pandemi covid-19.

" Ya. ini adalah bagian dari kepedulian kampus Uswim Nabire membantu Pemerintah dalam memperkuat pangan nasional pada masa-masa pandemi covid-19 ini. Dan lagian, berkebun dengan tanaman hidroponik tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasaran, misalnya saja pralon dan gelas plastik," tutur Matakena ketika ditemui awak media ini pada Rabu (19/08).

Matakena menambahkan bahwa ada beberapa langkah yang perlu dipersiapkan dalam membuat kebun yang berisi tanaman hidroponik, diantaranya adalah dengan mempersiapkan alat dan bahan seperti: pipa paralon dengan diameter 3 inci, gelas plastik, penyambung paralon, penutup paralon, gergaji, selang, pompa aquarium, alat solder, alat bor, air, spons, dan biji tanaman hidroponik

Setelah bahan dipersiapkan, lanjutnya, barulah pralon dan gelas plastik dilubangi. Dimana lubang pipa harus disesuaikan dengan ukuran gelas plastik yang akan digunakan. Intinya, harus menyesuaikan ukuran pipa dan jarak antar lubang dengan besarnya tanaman hidroponik yang akan ditanam.

"Sebaiknya beri jarak antar lubang sekitar 20 cm agar tanaman tidak saling terjepit. Lalu letakkan gelas-gelas plastik ke dalam lubang pipa paralon yang sudah dibuat sebelumnya, dan sisakan satu lubang untuk jalur pemberian nutrisi tanaman hidroponik yang berbentuk cair." terangnya.

Namun, menurut Matakena yang menjabat sebagai Kepala Penjamin Mutu Uswim Nabire, bahwa tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan cara hidroponik. Umumnya yang sering ditanam secara hidroponik adalah sayur dan buah. 


"Tanaman hidroponik yang bisa di tanam di kebun dan biasanya tumbuh subur adalah sawi hijau, kailan, selada hijau, buncis, pare, pokcoy, bayam, stroberi, dan lain sebagainya," ungkap Matakena yang kali ini ditugaskan membimbing mahasiswa KKN di kelompok 12.


Simon Matakena, SP., M.Si. (Kepala Penjamin Mutu Uswim Nabire)

Pada tempat terpisah, Petrus Yeimo, S.IP, seorang DPL yang membimbing mahasiswa KKN Uswim di kelompok 13, mengatakan bahwa manfaat memiliki kebun tanaman hidroponik adalah bisa memanen sayur sendiri dan pastinya lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida.

"Kantong aman, tubuh pun lebih sehat," tegas Yeimo. Dalam hal ini Yeimo menambahkan bahwa penggunaan selang dan pompa air untuk mengairi tanaman hidroponik yang di tanam nanti, mirip dengan sistem irigasi. Dimana hal ini berlaku jika menerapkan hidroponik dengan teknik 'drip system'. 

"Tapi jika torang gunakan teknik sumbu, saya pikir tidak perlu menggunakan pompa air. Dan Pompa air ini tidak perlu dinyalakan sepanjang waktu. Cukup pada pagi hari saja untuk menghemat air dan listrik," ungkap Yeimo

Selain itu, terang Yeimo, kita juga harus mencermati ketinggian air, dalam hal ini jangan sampai memenuhi paralon karena tanaman bisa mati akibat kekurangan oksigen.

Petrus Yeimo, S.IP (Dosen Pendamping Lapangan, KKN Uswim Nabire)

Ditempat lainnya, Dr. CH. M. Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si, selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Uswim Nabire, mengatakan bahwa dengan terselenggaranya KKN ditengah pandemi covid-19, Uswim Nabire sebagai satu-satunya Universitas di kabupaten Nabire, bisa memberi kontribusi nyata dalam membantu Pemerintah Daerah memperkuat sistem pertahanan pangan Nasional.

"Tujuan KKN kali ini, apalagi ditengah pandemi Covid-19, adalah untuk membantu Pemerintah, khususnya Pemda Nabire dalam memperkuat sistem pangan Nasional," tegas Lewerissa

"Coba bayangkan, dengan jumlah mahasiswa KKN kami sebanyak 353 orang yang terbagi ke dalam 15 kelompok, dan nantinya mereka kembali ke keluarga serta lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing, lalu menerapkan ilmu berkebun yang mereka dapatkan dari Uswim, maka saya sangat yakin ketahanan pangan khusus di kabupaten ini bisa teratasi dengan baik," demikian dikatakan Lewerissa dengan sangat optimis.


Dr. CH. M. Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si (Kepala LP2M Uswim Nabire)

Jadi kami sangat mengharapkan, lanjut Lewerissa, ke depannya Pemda Nabire bisa lebih memberikan kontribusi timbal balik mengingat sudah banyak alumni Uswim Nabire yang bekerja, bahkan menduduki jabatan diberbagai Dinas Pemerintahan Kabupaten Nabire. (Red)

Post a comment

nabire.NEWS

{picture#https://1.bp.blogspot.com/-6pUnA5nMAJU/XtxVsT3qMfI/AAAAAAAAAdk/Or_LzfmtqdocFEJ_4BplnES8prVGr5j0gCLcBGAsYHQ/s1600/ghh.jpg} Nabire.NEWS adalah harian berita online berbasis Sains dan Humaniora. Ada empat hal yang menjadi fokus pemberitaan Nabire.NEWS, yaitu: (1) Kejadian menarik yang terjadi dalam kehidupan; (2) Artikel berupa Kajian Teori dan Gagasan Konseptual; (3) Fakta Peradaban Ilmu Pengetahuan; (4) Untuk menambah pengetahuan tentang kearifan lokal, maka disajikan informasi dari wilayah Timur Nusantara, khususnya Kabupaten Nabire {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.