Pdt. Em. Prof. Dr. Sularso Sopater.(Foto: Equivalent Pangasi)

Pertemuan saya dengan Pak Larso sudah sejak saya bergabung di MPH-PGI sebagai hasil keputusan SR- PGI di Surabaya (1989). Waktu itu beliau sudah Ketua Umum (Ketum) meneruskan masa jabatan Pak Nababan yang diangkat menjadi Ephorus HKBP. 

Di Surabaya Pak Larso terpilih lagi sebagai Ketum. Saya sebagai anggota MPH. Dalam Sidang Raya Jayapura (1994) beliau lagi-lagi terpilih sebagai Ketum sedangkan saya menjadi salah seorang ketua. 

Kesan saya, beliau adalah seorang yang tenang, tidak mudah panik. Saya kira kalaupun ada gempa bumi besar beliau tetap tenang. Ini dibutuhkan, saya kira supaya kita pun ikut-ikutan tenang dan tidak panik. Perlu diingat bahwa Pak Larso memimpin di era Orde Baru yang sesunģguhnya otoriter kendati dalam penampakannya seakan-akan demokratis.

Saya kira kita masih ingat peristiwa "upeti" emas kepada Pemerintah yang kemudian menimbulkan protes luas di kalangan gereja-gereja. 

Segera setelah beritanya merebak di TV saya langsung menelpon beliau menanyakan duduk perkaranya. Beliau menjelaskan bahwa beliau hanya mengantar seorang pengusaha yang memang mau menyumbang emas kepada negara yang pada waktu itu sedang dalam krisis. 

Beliau sesungguhnya menyampaikan pesan pastoral kepada Suharto disertai doa bersama bagi bangsa dan negara. Sayang dalam pemberitaan media-massa hal ini sama sekali tidak nampak. Yang menonjol dan menjadi head line justru pemberian emas itu. Apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. 

Saya ingat bagaimana beliau "diadili" dalam sebuah pertemuan. Suara-suara kritik sungguh sangat keras dan kasar. Ada yang menuntutnya supaya lengser sebagai Ketum PGI. Namun beliau merespons semua tuduhan itu dengan lembut dan tertata rapih.

Saya kira beliau sangat jujur dalam segala sesuatu. Kalau "Ya", maka ya saja. Kalau "tidak", ya tidak saja. Tidak ada putar-putar.

Saya ingat sebuah pengalaman kami berkunjung ke Timor Timur. Waktu itu Timtim sedang berbenah untuk jajak pendapat. Karena itu semua hotel penuh dengan pengamat baik dari dalam maupun luar negeri. Maka kami pun dìinapkan di Pastori. 

Sayang tempat tidurnya hanya satu, itupun sempit. Sebenarnya tempat tidur itu hanya untuk satu orang tetapi dipaksa-paksakan. Maka jadilah. Pak Larso bilang: "Ya, kita tidur yang sopan saja!" Anda bisa bayangkan bagamana tidur sopan itu? Jadinya tidak tidur sepanjang malam. Takut tidak sopan dalam tidur.

Ada juga pengalaman lain ketika beliau dan saya menghadiri sidang sinode di Sumba. Kami menginap di rumah yang sama. Paginya ketika pembukaan sidang kami berdua dalam mobil yang sama berangkat ke gereja. Ternyata Panitia sangat kecewa. Karena kurang komunikasi kami tidak tahu bahwa beliau mau disambut secara resmi adat. Terpaksa beliau diantar kembali lagi ketempat semula. Lalu dari sana di arak untuk disambut secara adat.

Beliau juga Guru Besar Dogmatika di STT Jakarta. Karena spesialisasi kami sama, saya sering diikutsertakan dalam team yang membimbing S2 dan S3. Kesan saya, beliau adalah orang cermat dalam membimbing. Tidak jarang njelimet.

Pertemuan terakhir saya dengan beliau terjadi pada waktu pelantikan MPH-PGI periode 2019-2024 di Jakarta. 
Kemarin beliau dipanggil Tuhan. Kita yakin Tuhan menilai tugasnya sudah selesai. Sekarang tugas itu diteruskan oleh generasi berikutnya. 

Selamat jalan Pak Larso. Tuhan lebih tahu apa yang Dia kerjakan. Kami berdoa untuk keluarganya agar diberi kekuatan dan ketabahan. 

Tuhan memberkati!
Oleh. Pdt. Dr. A A Yewangoe

Post a comment

nabire.NEWS

{picture#https://1.bp.blogspot.com/-6pUnA5nMAJU/XtxVsT3qMfI/AAAAAAAAAdk/Or_LzfmtqdocFEJ_4BplnES8prVGr5j0gCLcBGAsYHQ/s1600/ghh.jpg} Nabire.NEWS adalah harian berita online berbasis Sains dan Humaniora. Ada empat hal yang menjadi fokus pemberitaan Nabire.NEWS, yaitu: (1) Kejadian menarik yang terjadi dalam kehidupan; (2) Artikel berupa Kajian Teori dan Gagasan Konseptual; (3) Fakta Peradaban Ilmu Pengetahuan; (4) Untuk menambah pengetahuan tentang kearifan lokal, maka disajikan informasi dari wilayah Timur Nusantara, khususnya Kabupaten Nabire {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.