Ketiga dari kanan, Ketua LMA Saireri: Karel Misiro (foto: ED)

Nabire.NEWS - Bertempat di Kelurahan Morgo Kota Lama Nabire, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Saireri yang berada di Kabupaten Nabire, resmi mendukung Ir. Ben Gurion Saroy. M.Si, menjadi bakal calon Bupati Nabire Periode 2020-2025.

Dukungan ini dibuktikan dengan ditandatanganinya surat "Pernyataan Dukungan" oleh ketua LMA Karel Misiro kepada Ben Saroy untuk maju mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Nabire.

Dengan semangat yang berapi-api dan teriakan yang menggelegar di bawah kucuran hujan deras yang membasahi persada kota Nabire, pada Sabtu malam (11/07/20), Karel Misiro menegaskan bahwa semua masyarakat adat yang berada di kabupaten Nabire sudah siap hidup dan mati untuk mendukung Ben Saroy. 

"Saya mewakili semua masyarakat adat Saireri di Kabupaten Nabire, siap mendukung pak Ben maju menjadi bakal calon Bupati Nabire. Apapun yang terjadi, kami siap hidup dan mati untuk mendukung beliau," demikian tegas bung Karel.

Tak lupa bung Karel mengajak semua kalangan masyarakat pesisir yang berada di Kabupaten Nabire untuk bersatu dalam memenangkan Ben Saroy dalam Pilbup kali ini. Hal ini dikatakan bung Karel mengingat bahwa Ben Saroy adalah "Anak Adat" yang berasal dari tanah Nabire, serta Ben Saroy adalah sosok pemimpin yang bisa merangkul semua kalangan masyarakat untuk bersatu membangun kabupaten Nabire tercinta.


Ketua LMA Tandangan Surat Dukungan (foto: ED)

Ketua LMA mencap surat Dukungan (Foto: ED)


Pernyataan Dukungan yang sudah di cap dan ditandatangani (foto:ED)

Pada kesempatan itu, hadir pula bapak Utrex Marey yang mewakili enam suku besar pemilik hak adat di kabupaten Nabire, yaitu: Suku Wate, Suku Goa, Suku Mora, Suku Yerisiam, Suku Hegure, dan Suku Umari. 

Bapak Utrex Marey (Foto: ED)

Mewakili enam suku besar pemilik hak adat di kabupaten Nabire, bapak Marey mengatakan bahwa sudah 54 tahun lamanya ke-enam suku besar pemilik hak adat hidup seperti orang asing di tanah sendiri. 

Itu sebabnya, lanjut Marey, kami meminta kepada Tuhan untuk mengembalikan tanah ini kepada anak cucu kami, yang jika Tuhan ijinkan, diberikan melalui kepemimpinan anak dan adik kami, Ben Saroy.

"Sejak tahun 1966 pemerintahan berdiri di Nabire sampai dengan tahun ini, yang tepat 54 tahun lamanya, kami merasa ini waktunya kami meminta kepada Tuhan untuk kembalikan tanah ini kepada kami, karena kami jadi orang asing di negeri ini," tutur bapak Marey. 

Bapak Marey mengibaratkan bahwa selama ini keenam suku pemilik hak adat di kabupaten Nabire seperti hidup di tanah pembuangan Babilonia. Karenanya, sudah saatnya sekarang keenam suku besar harus kembali ke tanah yang penuh susu dan madu, yaitu tanah Kanaan.

"Ya, hari ini kami semua berkumpul ditempat ini, untuk bersatu kembali melalui satu kekuatan besar, untuk kami kembali ke Kanaan, sebab kami sudah terbuang ke Babilonia. Kami ingin kembali meminum susu dan madu bersama anak dan cucu kami di tanah Kanaan bersama sosok pemimpin yang kami harapkan bisa membawa kami kembali, yaitu adik Ben Saroy," demikian ditegaskan bapak Marey dengan mata yang berkaca-kaca. (Red)

Post a comment

nabire.NEWS

{picture#https://1.bp.blogspot.com/-6pUnA5nMAJU/XtxVsT3qMfI/AAAAAAAAAdk/Or_LzfmtqdocFEJ_4BplnES8prVGr5j0gCLcBGAsYHQ/s1600/ghh.jpg} Nabire.NEWS adalah harian berita online berbasis Sains dan Humaniora. Ada empat hal yang menjadi fokus pemberitaan Nabire.NEWS, yaitu: (1) Kejadian menarik yang terjadi dalam kehidupan; (2) Artikel berupa Kajian Teori dan Gagasan Konseptual; (3) Fakta Peradaban Ilmu Pengetahuan; (4) Untuk menambah pengetahuan tentang kearifan lokal, maka disajikan informasi dari wilayah Timur Nusantara, khususnya Kabupaten Nabire {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.