Ir. Ben Gurion Saroy. M.Si, Kepala Balai Besar Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih

Nabire.NEWS - Bukan isapan jempol semata bahwa Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih (TNTC) merupakan Taman Nasional Laut yang paling terluas di Indonesia, sebab memiliki luas 1.453.500 Ha. 

Secara geografis, kawasan TNTC ini terletak antara 1° 43"- 3°22" LS dan 134°06" – 135°10" BT. Sedangkan secara administratif kawasan ini berada dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Nabire. Luas kawasan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama adalah sekitar 80 persen dari luas TNTC secara keseluruhan. 

Ditemui di Kelurahan Morgo Kota Lama, Nabire, pada hari Jumat (12/06/2020),  Ir. Ben Gurion Saroy. M.Si, selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih (TNTC), mengatakan bahwa Hiu Paus yang menghuni TNTC memiliki potensi keunggulan komparatif yang sangat besar, misalnya jika dibandingkan dengan Komodo yang ada di NTT.

"Hiu Paus di TNTC tentu memiliki potensi keunggulan komparatif yang lebih besar karena bisa kita head to head dengan Komodo. Orang bicara Komodo, ya kita bicara Hius Paus, sama-sama merupakan satwa besar dan tentunya menarik perhatian wisatawan", demikian dikatakan Saroy kepada awak media.


Hiu Paus diTaman Nasional Laut Teluk Cenderawasih (TNTC) Nabire

Saroy juga berharap bahwa pengembangan TNTC di Soa bisa rampung di tahun 2020, yang dalam hal ini pihaknya akan mengupayakan hal-hal seperti: pembangunan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan semua yang bersifat capacity building.

"Kita berharap pembangunan Soa selesai di 2020, kemudian yang sisa-sisa di Soa ini kan tinggal kita bangun kelembagaannya, pemberdayaan masyarakatnya, dan kita bangun hal-hal yang sifatnya capacity building", ungkap Saroy.

Tentu dengan adanya potensi besar yang ada di TNTC ini, Saroy juga berharap bisa membawa dampak konstruktif lainnya bagi Kabupaten Nabire tercinta, seperti membuka keterisolasian melalui transportasi darat, dimana diharapkan dengan adanya TNTC tentu jalan dari Nabire ke Soa bisa di aspal hod mix.

Pada kesempatan itu Saroy berkeinginan bahwa dengan adanya TNTC di Soa, masyarakat pemilik hak ulayat juga bisa menjadi pelaku wisata, dan mereka akan diberikan pemegang Ijin Parawisata Alam. 

"Kita bicara soal aset TNTC ini bukan kita bicara soal apa yang terlihat sebagai pembangunan fisik saja, tetapi bagaimana pengelolaan aset yang kita bangun ini secara profesional," ungkap Saroy.

"Sehingga tujuan kita membangun aset ini bisa tercapai, karena kita ingin masyarakat pemilik hak ulayat juga bisa menjadi pelaku wisata, dan mereka nantinya kita akan kasih ijin sebagai pemegang Ijin Parawisata Alam", demikian keinginan Ben Saroy yang dituangkan kepada awak SUARA.NABIRE ketika ditemui di Kelurahan Morgo, Kota Lama - Nabire. Papua. (Red).

Post a comment

nabire.NEWS

{picture#https://1.bp.blogspot.com/-6pUnA5nMAJU/XtxVsT3qMfI/AAAAAAAAAdk/Or_LzfmtqdocFEJ_4BplnES8prVGr5j0gCLcBGAsYHQ/s1600/ghh.jpg} Nabire.NEWS adalah harian berita online berbasis Sains dan Humaniora. Ada empat hal yang menjadi fokus pemberitaan Nabire.NEWS, yaitu: (1) Kejadian menarik yang terjadi dalam kehidupan; (2) Artikel berupa Kajian Teori dan Gagasan Konseptual; (3) Fakta Peradaban Ilmu Pengetahuan; (4) Untuk menambah pengetahuan tentang kearifan lokal, maka disajikan informasi dari wilayah Timur Nusantara, khususnya Kabupaten Nabire {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.